Kapolres Blitar AKBP Rivanda saat memberikan klarifikasi atas kabar dugaan penganiayaan yang dilakukan Wakapolres
BLITAR,BANGSAONLINE.com - Kapolres Blitar AKBP Rivanda membantah kabar yang beredar mengenai dugaan penganiayaan yang dilakukan Wakapolres Blitar terhadap seorang ajudan hingga disebut mengalami patah tulang hidung dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Rivanda mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan dan klarifikasi setelah menerima informasi yang beredar melalui pesan berantai.
BACA JUGA:
- Ledakan Petasan di Blitar, 1 Orang Tewas
- Warga Selorejo Blitar Digegerkan Temuan Mayat Pria di Bawah Jembatan, Korban Diduga Depresi
- Remaja Putus Sekolah Dijajakan Layani Hidung Belang di Kota Blitar, 5 Mucikari Diamankan
- Siswi 14 Tahun di Kota Blitar Diduga Jadi Korban TPPO, Polisi Selidiki Jaringan Pelaku Mucikari
"Alhamdulillah tidak ada seperti informasi yang beredar, sampai masuk rumah sakit, sampai patah tulang hidung. Alhamdulillah anaknya masih piket dan tidak ada seperti isu yang beredar," kata Rivanda, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, hasil pengecekan yang dilakukan tidak menemukan adanya peristiwa penganiayaan sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
"Saya jelaskan kejadian penganiayaan itu tidak ada," ucapnya.
Kapolres mengaku telah meminta keterangan secara langsung kepada ajudan yang disebut-sebut sebagai korban dalam isu tersebut. Dari hasil pertemuan itu, ia tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.
"Saya tanya langsung empat mata ke yang bersangkutan. Jadi saya lihat fisiknya juga, tidak ada bekas penganiayaan," ujarnya.
Selain meminta klarifikasi kepada ajudan yang bersangkutan, Rivanda juga mengonfirmasi informasi tersebut kepada Wakapolres Blitar. Hasilnya, Wakapolres juga membantah adanya dugaan penganiayaan.
"Termasuk Pak Waka juga kami konfirmasi. Saya tanya beliau, menyatakan tidak ada," lanjutnya.
Rivanda menjelaskan, informasi mengenai dugaan penganiayaan itu pertama kali diketahuinya dari pesan berantai yang beredar. Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima secara langsung pesan yang dimaksud.
"Informasi ini pertama memang dari pesan berantai. Sampai detik ini saya juga belum menerima pesan itu. Justru teman-teman media yang dapat. Saya juga sudah tanya ke teman-teman media siapa pertama kali yang menyampaikan pesan itu," katanya.
Ia menambahkan, kabar tersebut baru diketahuinya pada Kamis (4/6/2026) siang. Setelah menerima informasi, dirinya segera melakukan pengecekan kepada pihak-pihak yang disebut dalam pesan berantai sebelum memberikan penjelasan kepada publik.
"Saya masih menyampaikan sekarang karena memang saya baru mengetahui kabar itu Kamis siang. Saya cek langsung ke yang bersangkutan, lalu baru saya bisa sampaikan hari ini," pungkasnya. (ina/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




