Monumen SLG Kediri yang jadi Ikon wisata di Kabupaten Kediri, selain Gunung Kelud. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
Data Kunjungan Hari Kamis (Awal Libur Panjang):
Parkir 2: sekitar 400 unit roda dua dan 200 unit roda empat per hari.
Parkir 1 (P1): sekitar 70 unit kendaraan gabungan motor dan mobil.
Parkir 3 (P3): sekitar 50 hingga 60 unit kendaraan gabungan motor dan mobil.
Sebagai perbandingan, volume kendaraan pada Minggu pekan lalu tercatat lebih tinggi.
Data Pembanding (Minggu Lalu):
Parkir 1: 80–90 unit roda dua dan 80 unit roda empat.
Parkir 2: 630 unit roda dua dan 330 unit roda empat.
Kendaraan besar: 30 unit minibus/Elf dan 13 bus pariwisata besar.
Gunawan memperkirakan lonjakan kendaraan pada akhir pekan kali ini bisa menyamai bahkan melampaui pekan sebelumnya.
Untuk menjaga ketertiban dan membantu pengunjung, terutama wisatawan luar kota yang belum familiar dengan area parkir, pengelola menyiagakan personel tambahan.
"Untuk hari Sabtu dan Minggu, kami menerjunkan petugas reguler dibantu oleh personel PHL (Pekerja Harian Lepas)," urai Gunawan.
Ia menambahkan, sistem parkir berbasis elektronik masih menjadi kendala bagi sebagian pengunjung yang belum memahami prosedur penggunaannya.
"Karena parkir kita berbasis elektrik, banyak masyarakat yang belum paham cara masuknya, seperti harus menekan tombol apa. Sering ada yang keliru. Oleh karena itu, petugas kami standby di pintu masuk untuk mengarahkan prosesnya. Bagi yang belum tahu kita beri edukasi, sementara yang sudah tahu bisa langsung masuk seperti biasa. Perlu diketahui biaya parkir untuk roda dua sebesar Rp 3 ribu dan roda 4, Rp 5 ribu/kendaraan," pungkasnya. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




