Tangkapan layar acara Final Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Video final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial setelah dewan juri memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban yang dinilai sama dari dua peserta.
Peristiwa itu terjadi saat sesi pertanyaan rebutan yang diikuti tiga grup peserta. Pertanyaan yang dibacakan berkaitan dengan proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
BACA JUGA:
- Anggota MPR Syafiuddin Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan Generasi Muda di Bangkalan
- Senator Lia Istifhama: Pentingnya Pendidikan, Demokrasi Sehat dan Kesepakatan Publik untuk Bangsa
- Ketua MPR RI Kunjungi Satgas Maritim TNI 28K KRI Sultan Hasanuddin-366 di Lebanon
- Zukifli Hasan dari KMP Jadi Ketua MPR
"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara dikutip dari YouTube MPR, Senin (11/5/2026).
Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menekan bel dan mendapat kesempatan menjawab.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata peserta dari Grup C.
Salah satu dewan juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita, kemudian memberikan nilai minus lima untuk jawaban tersebut. Pertanyaan lalu dilempar kembali kepada peserta lain.
Grup B dari SMAN 1 Sambas kemudian memberikan jawaban yang sama.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata peserta dari Grup B.
Atas jawaban itu, Dyastasita justru memberikan nilai penuh.
"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita.
Situasi kemudian memicu protes dari Grup C karena merasa jawaban mereka identik dan memiliki substansi yang sama dengan jawaban Grup B.
"Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," kata Grup C.
Namun, Dyastasita menilai jawaban Grup C sebelumnya tidak menyebutkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi," kata Dyastasita.
Peserta Grup C kembali menyampaikan keberatan dan menegaskan bahwa mereka telah menyebutkan DPD dalam jawaban awal.
Meski demikian, Dyastasita tetap pada penilaiannya.
"Jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita.
Grup C kembali memprotes dan meminta dewan juri menanyakan kepada penonton apakah jawaban mereka menyebutkan DPD atau tidak. Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan karena keputusan penilaian tetap berada di tangan dewan juri.
Sementara itu, dewan juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR Indri Wahyuni, meminta peserta memperhatikan kejelasan artikulasi saat menjawab pertanyaan.
"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi:biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," kata Indri Wahyuni.
Hingga berita ini dimuat, seluruh juri yang terlibat dalam lomba cerdas cermat tersebut belum memberikan keterangan apapun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




