Audiensi DPRD Kota Probolinggo dengan GP Ansor terkait polemik pemotongan honor guru ngaji
KOTA PROBOLINGGO,BANGSAONLINE.com - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Probolinggo mendatangi Badan Anggaran DPRD untuk meminta kejelasan isu pemangkasan honor guru ngaji sekaligus mendorong evaluasi kebijakan tersebut.
Kebijakan pemangkasan honor bagi guru ngaji memicu reaksi keras dari masyarakat dan organisasi kepemudaan.
GP Ansor Kota Probolinggo merespons cepat dengan mendatangi Badan Anggaran DPRD guna meminta penjelasan serta mendorong evaluasi kebijakan tersebut.
Pertemuan berlangsung di ruang Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo pada Rabu (6/5/2026).
Ketua GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, menegaskan pentingnya peran honor guru ngaji dalam menopang pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput.
"Makanya kita datang kesini untuk menanyakan tentang kejelasan isu pemangkasan honor tersebut," tandasnya.
Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Shinta, menyatakan pihaknya tengah mencari solusi agar alokasi anggaran bagi para pendidik tetap terjaga.
"kita justru mencari celah untuk mempertahankan aplikasi anggaran itu," ungkap Dwi Laksnu Shinta yang juga sebagai Ketua DPRD Kota Probolinggo itu.
Pertemuan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan GP Ansor terkait polemik honor guru ngaji tersebut menghasilkan kesepakatan bersama.
Kedua pihak berkomitmen mengawal keberlangsungan alokasi anggaran, khususnya dana BOSDA dan honor bagi para pendidik keagamaan. (ugi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






