KAI Daop 7 Madiun: Truk Mogok Sebabkan Tabrakan KA Dhoho di Blitar

KAI Daop 7 Madiun: Truk Mogok Sebabkan Tabrakan KA Dhoho di Blitar kondisi perlintasan saat insiden tertempernya truk oleh KA 408 Commuter Line Dhoho relasi Kertosono-Malang.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 Madiun mengungkap kondisi perlintasan saat insiden tertempernya truk oleh KA 408 Commuter Line Dhoho relasi Kertosono-Malang pada Selasa (28/4/2026) malam, di perlintasan resmi JPL 190 Km 120+448 antara Stasiun Blitar-Garum.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan seluruh perangkat keselamatan berfungsi normal saat kejadian. Sirene peringatan telah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu. 

“Pada saat sirene sudah berbunyi, truk tetap melintas. Nahas, saat berada di tengah perlintasan, kendaraan tersebut tiba-tiba mogok dengan posisi tidak paralel terhadap jalur rel, sehingga menghalangi ruang bebas jalur kereta api,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).

Petugas perlintasan sempat memberi isyarat penghentian kereta dengan semboyan 3, namun jarak terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan. Lokomotif KA Dhoho mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug kran sehingga perjalanan sempat terhenti. 

Masinis dan asisten masinis dilaporkan selamat. Evakuasi truk selesai sekitar pukul 22.00 WIB, jalur kembali normal, dan kereta diizinkan berjalan mundur ke Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas 5 km/jam. 

“Kami sangat menyayangkan pengguna jalan yang tetap melintas saat sirene sudah berbunyi. Perlintasan sebidang bukan tempat untuk mengambil risiko,” kata Tohari.

Ia menambahkan palang pintu hanyalah alat bantu, bukan pengaman utama. KAI mengimbau masyarakat tidak menerobos saat sirene berbunyi atau palang ditutup, memastikan kendaraan prima, tidak berhenti di area rel, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api. 

“Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga seluruh pengguna jalan,” pungkasnya. (ina/mar)