Anggota Polda Jatim saat memeriksa kondisi truk dalam kegiatan olah TKP. Foto: Akina Nur Alana/BANGSAONLINE
KOTA BLITAR,BANGSAONLINE.com - Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan antara kereta api Commuter Line Dhoho dengan truk bermuatan pasir di perlintasan sebidang Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar, Rabu (29/4/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab insiden yang sempat menyita perhatian publik.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, Septa Firmansyah, mengatakan pihaknya tengah melakukan analisis mendalam terhadap seluruh aspek yang berpotensi menjadi pemicu kecelakaan.
“Kami menganalisa bagaimana terjadinya kecelakaan, baik dari sisi kereta api maupun truk. Termasuk juga kami cek kemungkinan faktor kondisi jalan atau adanya human error,” ujarnya.
Dalam proses olah TKP, polisi memeriksa delapan titik penting di sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan dilakukan mulai dari titik sebelum benturan hingga lokasi tabrakan, dengan mempertimbangkan karakteristik kecepatan kereta api yang berbeda dengan kendaraan darat lainnya.
Petugas juga melakukan pemindaian visual secara menyeluruh, termasuk mendokumentasikan kondisi kereta, kendaraan truk, serta infrastruktur jalan di sekitar lokasi.
“Semua kami dokumentasikan dalam bentuk video dan dilakukan scanning, baik terhadap kereta, kendaraan, maupun kondisi jalan. Ada delapan titik yang kami ukur, karena kecepatan kereta berbeda dengan mobil. Namun saat kejadian, kereta diketahui sudah mendapat aba-aba sehingga kecepatannya berkurang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Septa mengungkapkan hasil analisis diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat. Pihaknya menggunakan metode traffic accident analysis untuk mengkaji detail peristiwa tersebut.
“Hasil analisa kemungkinan akan keluar dalam dua sampai tiga hari ke depan. Untuk kendaraan seperti mobil, kita ukur kecepatannya, sementara kereta api datanya sudah tersedia,” imbuhnya.
Dari hasil sementara olah TKP, petugas tidak menemukan adanya bekas pengereman pada truk. Diduga, kendaraan tersebut berhenti di perlintasan akibat kendala teknis yang kemudian berujung pada tabrakan dengan kereta api. (ina/van)





