Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa' Safril mendamping Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat sidak di Komplek Pergudangan Bulog di Buduran, Sidoarjo. Foto: Diday Rosadi/BANGSAONLINE
SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog di Buduran, Sidoarjo, untuk memastikan kondisi stok beras di lapangan.
Dalam sidak tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Musaffa’ Safril, turut mendampingi dan menyatakan bahwa swasembada pangan benar-benar nyata berdasarkan kondisi yang dilihat secara langsung.
"Kami menyaksikan langsung bagaimana gudang Bulog terisi penuh dengan beras-beras hasil panen petani. Ini nyata, bukan opini," kata Safril, Minggu (19/4/2026).
Ia mengungkapkan bahwa di Jawa Timur, GP Ansor melalui program Patriot Ketahanan Pangan juga ikut berperan dalam mewujudkan swasembada pangan, sehingga pihaknya berkepentingan untuk terlibat langsung dalam sidak tersebut bersama Menteri Pertanian.
Safril menilai capaian swasembada pangan saat ini bukan sekadar klaim, melainkan didukung oleh kondisi lapangan dan data yang disajikan oleh pihak Bulog.
"Sejak awal, GP Ansor yakin swasembada pangan di Jawa Timur itu riil. Itu berdasarkan laporan kader-kader Patriot Ketahanan Pangan yang ada di seluruh Jatim," tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, karena berdasarkan data terbaru, Jawa Timur telah mencapai swasembada pangan.
Lebih lanjut, Safril menyebutkan bahwa stok beras di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 1,2 juta ton, dengan 615.000 ton di antaranya tersimpan di gudang Bulog yang tersebar di 205 unit se-Jawa Timur.
"Dengan data ini fix Jawa Timur telah swasembada pangan. Karena itu, GP Ansor Jatim memberi apresiasi kepada Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho beserta jajaran yang memastikan stok beras aman terkendali," tandasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk berpihak pada petani lokal, termasuk dengan memastikan kebijakan tidak lagi bergantung pada impor beras jika kondisi swasembada telah tercapai.
"Kalau ada yang menyebarkan isu kita belum swasembada pangan, itu adalah pihak-pihak yang tidak berpihak pada petani lokal. Teman-teman mahasiswa yang ada di sini bisa menyimpulkan siapa mereka," pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




