Ngebut di Jalan Sempit, Mobil Operasional MBG Tabrak Pasutri di Senori Tuban

Ngebut di Jalan Sempit, Mobil Operasional MBG Tabrak Pasutri di Senori Tuban Kondisi mobil operasional MBG di Tuban usai tabrak motor yang ditumpangi pasutri lansia.

TUBAN, BANGSAONLINE.com – Kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Jalan Prawiro Sadir, Desa Leran, Kecamatan Senori, Kabupaten , Selasa (14/4/2026). Mobil jenis Gran Max tersebut menghantam sebuah sepeda motor Honda Supra X hingga menyebabkan dua orang harus dilarikan ke rumah sakit.

Mobil operasional bernopol B 9232 SCL milik dapur Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sendang 2 itu dikemudikan oleh Ahmad Ilham Nur (22).

Sementara itu, sepeda motor bernopol B 3282 NPG dikendarai oleh pasangan suami istri (pasutri) Rokhmat (66) dan Muji Astutik (55), warga setempat yang hendak pergi ke ladang.

Kapolsek Senori, Iptu Sudjarwo, menjelaskan bahwa insiden bermula saat mobil MBG melaju dari arah utara dan mencoba mendahului dua kendaraan di depannya. Namun, karena posisi jalan yang menikung dan jarak yang terlalu dekat, tabrakan "adu depan" dengan motor korban yang datang dari arah selatan tidak dapat dihindarkan.

"Di jalan tersebut juga kondisinya tikungan, jadi sangat berbahaya kalau dibuat menyalip," ujar Sudjarwo saat dikonfirmasi.

Akibat benturan keras tersebut, pasutri lansia itu terpental dari kendaraan mereka. Keduanya dilaporkan mengalami luka serius pada bagian kaki serta luka memar di beberapa bagian tubuh.

"Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat," tambah Kapolsek.

Menurut keterangan saksi mata dan pengendara lain, mobil MBG tersebut memang terlihat melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kecelakaan terjadi. Meski kondisi jalan sempit dan berkelok-kelok, pengemudi diduga tetap memaksakan diri untuk menyalip.

"Memang lajunya kencang itu yang mobil MBG," tutur Rofik, salah seorang pengendara motor yang melintas di lokasi.

Suara dentuman keras akibat tabrakan tersebut mengejutkan warga sekitar yang tengah bersiap menjalankan ibadah salat dzuhur di musala setempat. Warga langsung berhamburan keluar untuk memberikan pertolongan kepada korban.

Rofiudin, salah seorang warga desa setempat, menyebutkan bahwa korban sebenarnya sudah berusaha menepi ke pinggir jalan, namun tetap terhantam dari depan oleh mobil yang memakan jalur lawan.

"Tadi juga warga sempat marah-marah pada sopir, karena sudah tahu jalan menikung, tapi sang sopir tetap kebut-kebutan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Perahu Penyeberangan Tenggelam di Bengawan Solo, Belasan Warga Dilaporkan Hilang':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO