Habib Ja'far bersama Chief Operations Officer (COO) PT Suprama, Tjun Sulestio.
“Kalau value-nya ketemu, kita jadi jalan bareng tanpa harus hitung-hitungan. Pekerjaan itu bukan cuma cari uang, tapi juga bisa jadi ladang ibadah dan dakwah,” tuturnya.
Sebagai sosok yang selektif dalam memilih mitra, Habib Ja’far mengaku sempat memastikan langsung kualitas produk sebelum setuju melangkah bersama. Ia menilai kualitas yang terjaga membuat dirinya merasa tenang saat memperkenalkan produk ini kepada masyarakat, khususnya generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.
Menariknya, Habib Ja'far mengaku hubungan ini sudah melampaui relasi profesional. Ia kini menganggap Mie Burung Dara sebagai bagian dari kesehariannya. Kedekatan itu ia tunjukkan secara nyata dengan menyertakan produk tersebut dalam paket hantaran (hampers) di berbagai hari besar keagamaan, mulai dari Idul Fitri, Paskah, hingga Natal.
Di sisi lain, PT Suprama terus memperkuat strategi distribusi dan branding agar tetap relevan di tengah persaingan industri yang ketat. Produk yang awalnya identik dengan sektor horeca (hotel, restoran, dan cafe), kini semakin masif menjangkau konsumen rumah tangga di semua kalangan.
Chief Operations Officer (COO) PT Suprama, Tjun Sulestio, menegaskan bahwa perusahaan ingin memastikan produknya bisa dinikmati siapa saja. Melalui kolaborasi yang mengedepankan nilai-nilai kedekatan dan inovasi ini, Mie Burung Dara optimistis dapat terus eksis lintas generasi.
“Pendekatan yang mengedepankan nilai, kedekatan, dan inovasi ini diharapkan mampu membawa Mie Burung Dara tetap eksis sekaligus menjangkau generasi berikutnya,” tutup Tjun Sulestio. (adi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




