Ilustrasi arus balik
MADIUN,BANGSAONLINE.com - Tradisi merantau usai momen Lebaran masih menjadi pilihan banyak masyarakat, baik untuk kembali bekerja maupun melanjutkan pendidikan di luar daerah.
Di tengah semangat memulai aktivitas kembali, ada satu hal penting yang kerap luput dari perhatian, yakni memastikan perlindungan kesehatan tetap terjamin melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menyampaikan bahwa sebelum kembali ke perantauan, masyarakat perlu melakukan sejumlah persiapan penting.
Selain menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama perjalanan, status kepesertaan JKN juga harus dipastikan aktif agar dapat dimanfaatkan kapan saja saat dibutuhkan.
“Bagi peserta mandiri, pembayaran iuran setiap bulan menjadi hal utama yang tidak boleh terlupakan. Peserta JKN diimbau untuk memastikan tidak ada tunggakan iuran. Apabila terdapat tunggakan, segera lakukan pembayaran agar status kepesertaan kembali aktif dan layanan kesehatan dapat diakses tanpa kendala,” kata Ita, Jumat (27/3/2026) di kantornya.
Selain itu, perubahan lokasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga menjadi hal penting bagi peserta yang berpindah domisili.
Dengan melakukan penyesuaian FKTP di tempat tinggal yang baru, peserta akan lebih mudah mengakses layanan kesehatan dasar ketika dibutuhkan.
Tak hanya dari sisi administrasi, kesiapan fisik juga menjadi bekal penting sebelum merantau. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menerapkan Gerak 3-3-5, yakni aktivitas fisik minimal tiga kali dalam seminggu, dengan durasi 30 menit setiap sesi, dan dilakukan secara rutin.
Aktivitas ini dinilai mampu menjaga kebugaran tubuh sekaligus membantu membakar kalori berlebih setelah momen Lebaran.
“Untuk mendukung gaya hidup sehat, peserta JKN juga dapat memanfaatkan fitur BUGAR yang tersedia dalam Aplikasi Mobile JKN. Melalui fitur ini, peserta dapat memantau aktivitas fisik harian serta mengetahui jumlah kalori yang terbakar, sehingga kebugaran tubuh lebih terkontrol,” tambahnya.
Ita menambahkan, kemudahan layanan digital saat ini memungkinkan peserta JKN untuk mengakses berbagai kebutuhan layanan hanya dalam satu genggaman
. Selain fitur BUGAR, peserta juga dapat memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan untuk mengetahui potensi risiko penyakit kronis sejak dini, sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Salah satu peserta JKN, Ismira, mengaku terbantu dengan kemudahan layanan digital, terutama saat harus berpindah tempat tinggal untuk bekerja di luar kota.
Menurutnya, memastikan status kepesertaan aktif dan FKTP sesuai dengan domisili baru merupakan langkah penting agar tetap terlindungi di mana pun berada.
“Saya biasanya cek melalui Aplikasi Mobile JKN. Perubahan fasilitas kesehatan juga saya lakukan lewat aplikasi tersebut. Sangat mudah dan membuat saya lebih tenang dalam menjalani aktivitas di perantauan,” ujarnya.
Dengan persiapan yang matang, baik dari sisi kesehatan maupun administrasi, Ismira berharap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.
Ia juga berharap BPJS Kesehatan terus menghadirkan layanan yang mudah diakses agar seluruh peserta JKN tetap mendapatkan perlindungan kesehatan secara optimal di seluruh wilayah Indonesia.

























