Mediasi Buntu, Penertiban Acara Hiburan di Lyco Cafe Sampang Diwarnai Kericuhan

Mediasi Buntu, Penertiban Acara Hiburan di Lyco Cafe Sampang Diwarnai Kericuhan Suasana tegang saat mediasi penertiban Lyco Cafe Sampang

Dia menegaskan pihaknya tidak menolak musik, tetapi meminta agar kegiatan hiburan tidak diselenggarakan selama Ramadan. Permintaan tersebut, kata dia, tidak diindahkan oleh pihak kafe.

“Kami sudah mencoba berbicara baik-baik, tetapi mereka tetap bersikeras mengadakan acara sehingga terjadi ketegangan dan kericuhan,” ujarnya.

Dia menerangkan, kericuhan bermula ketika salah satu anggota rombongannya menyentuh dagu pemilik . Tindakan tersebut memicu reaksi dari pihak kafe hingga akhirnya terjadi keributan.

“Akibat kejadian itu, seorang ulama sempat diamankan oleh polisi dan dibawa ke , tetapi sudah kami jemput dan dibawa pulang,” tambahnya.

Dia juga menyebut mediasi yang dilakukan belum menghasilkan kesepakatan antara pihak-pihak terkait.

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Sampang mengambil langkah tegas terhadap .

“Kami berharap ditutup permanen karena sudah berulang kali mengadakan kegiatan serupa, padahal masih dalam masa pemblokiran,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasihumas AKP Eko Puji Waluyo membenarkan bahwa satu orang sempat diamankan ke terkait kericuhan tersebut. Namun, yang bersangkutan tidak ditahan.

“Kira-kira hanya 10 menit di Polres. Kami amankan untuk melerai pihak yang bergumul saja, tidak ada tindakan lain,” jelasnya. (van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO