Ia menilai kolaborasi dengan BSN turut membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang lebih aman dan transparan.
“Terima kasih atas kepercayaan para konsumen yang telah memilih Podorukun sebagai tempat terwujudnya perumahan impian. Kami akan terus berkomitmen menghadirkan rumah berkualitas dengan pembiayaan yang aman dan terpercaya,” ujar H.M. Mudhofar pada Senin (9/3/2026)
Mudhofar juga mengakui bahwa pasar rumah non-subsidi ke depan akan menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satunya adalah perlambatan daya beli masyarakat kelas menengah.
Selain itu, biaya pembangunan juga meningkat akibat kenaikan harga material konstruksi.
Akses pembiayaan dari perbankan juga cenderung lebih selektif.Kondisi tersebut membuat proses pengajuan KPR menjadi lebih ketat.
Di sisi lain, Doni Ganatha ST mengatakan, bahwa pengembang juga harus berhadapan dengan tantangan biaya lahan yang semakin tinggi serta suku bunga kredit perumahan yang masih menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.
Faktor-faktor ini dinilai dapat memengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan membeli rumah, khususnya pada segmen non-subsidi.
Menghadapi situasi tersebut, Podorukun menyiapkan sejumlah strategi agar pasar tetap bergerak. Salah satunya dengan menjaga kualitas pembangunan sekaligus menyesuaikan konsep hunian dengan kebutuhan masyarakat kelas menengah yang kini lebih selektif dalam memilih rumah.
"Perusahaan juga terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah agar skema pembiayaan menjadi lebih fleksibel dan terjangkau bagi konsumen" ujarnya
Menurut Doni kepercayaan konsumen menjadi faktor utama yang harus dijaga dalam industri properti. (dad/van)















