Donald Trump Sebut Operasi Militer ke Iran Bisa 5 Pekan, Siap Hantam Lebur Ribuan Target

Donald Trump Sebut Operasi Militer ke Iran Bisa 5 Pekan, Siap Hantam Lebur Ribuan Target Donald Trump, Presiden AS (dok. Xinhua)

Trump menyampaikan belasungkawa dan mengakui kemungkinan bertambahnya korban seiring berlanjutnya operasi militer.

Ia juga mengungkapkan bahwa pimpinan baru Iran disebut-sebut ingin membuka jalur komunikasi dengannya. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait klaim tersebut.

Dalam kesempatan itu, Trump kembali menyerukan agar rakyat Iran mengambil alih pemerintahan mereka sendiri. 

Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk dukungan atau perlindungan yang akan diberikan Washington apabila skenario tersebut terjadi.

Dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh dua negara yang terlibat langsung. Di Israel, sedikitnya sembilan orang tewas akibat serangan di wilayah tengah negara itu, menjadi insiden paling mematikan sejak konflik dimulai.

Satu korban jiwa juga dilaporkan di Uni Emirat Arab, sementara empat orang meninggal dunia di Suriah akibat imbas serangan yang terus meluas.

Korban terbesar dilaporkan terjadi di wilayah selatan Iran. Media pemerintah setempat menyebut sedikitnya 115 orang tewas, termasuk puluhan anak-anak, setelah serangan menghantam Sekolah Shajarah Tayyebeh yang berada di dekat pangkalan angkatan laut. 

Tragedi itu menjadi salah satu peristiwa paling memilukan dalam rangkaian serangan yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.