Tangkapan layar video viral aksi balap lari yang dilakukan sekelompok remaja di Tanjung Bumi Bangkalan
BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Polisi menyelidiki dugaan praktik perjudian dalam kegiatan balap lari yang digelar warga di Kecamatan Tanjung Bumi.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak puluhan orang berkumpul di tepi jalan perbatasan Kecamatan Tanjung Bumi, hingga Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
BACA JUGA:
- Jelang Iduladha, Pasar Tumpah dan Jual Beli Kurban Picu Macet Parah di Blega dan Patemon Bangkalan
- Tidur di Masjid Jadi Petunjuk, Pencuri Laptop Mahasiswa UTM Dibekuk Polres Bangkalan
- Diduga Tilap Uang Rp1,2 Juta, Mantan Karyawan Klinik di Bangkalan Ngaku Diminta Bayar Rp200 Juta
- ABK Kapal Kargo Ditemukan Tewas Terapung di Perairan Bangkalan
Mereka memadati badan jalan yang merupakan akses utama di wilayah utara Bangkalan.
Rekaman tersebut memperlihatkan dua orang berlari adu cepat di jalan raya, disambut sorakan penonton. Kegiatan itu diduga berlangsung menjelang waktu sahur.
Selain dinilai mengganggu ketertiban, balap lari tersebut juga disinyalir menjadi ajang taruhan. Bahkan, nilai taruhan diduga mencapai jutaan rupiah.
Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan, pihaknya telah melakukan patroli untuk membubarkan aktivitas tersebut. Namun, para pelaku kerap menghindari petugas.
"Kami sudah intens melakukan patroli namun aktifitas itu sering kali dalam pelaksanaannya mereka kucing-kucingan," kata Agung, Jumat (27/2/2026).
Meski demikian, polisi memastikan akan meningkatkan patroli di lokasi tersebut guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Tentu hal itu untuk menciptakan kamtibmas dan kondusifitas masyarakat," ucapnya.
Menurut Agung, selain berpotensi mengganggu waktu istirahat warga akibat sorakan penonton, penggunaan jalan raya untuk balap lari juga membahayakan pengguna jalan lain.
Polisi juga menerima informasi adanya dugaan praktik perjudian dalam kegiatan tersebut. Sekelompok orang diduga memasang taruhan uang untuk menebak pemenang balap lari.
"Diduga ditunggangi oleh praktik perjudian. Namun kami masih dalami hal tersebut," pungkasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




