Usai Teror Paris, Polisi Prancis Gelar 150 Penggerebekan, Satu Pembom Terkait ISIS di Belgia

Usai Teror Paris, Polisi Prancis Gelar 150 Penggerebekan, Satu Pembom Terkait ISIS di Belgia BERDUKA: Pegawai dan staf Kedutaan Prancis di Jakarta, Senin (16/11) mengheningkan cipta mengenai korban teror Paris. foto merdeka

Disebutkan bahwa Abaaoud -- pria Belgia keturunan Maroko yang diduga memimpin sel teror itu dan telah bertempur bersama kelompok ISIS di Suriah -- saat ini masih terus diburu. Dalam edisi majalah ISIS berbahasa Inggris, Dabiq, pria berumur 27 tahun itu telah mengklaim bahwa dirinya bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah.

Abdeslam diidentifikasi sebagai warga Prancis yang tinggal di Belgia, yang menjadi pelaku bom bunuh diri di luar sebuah bar di Boulevard Voltaire, Paris pada Jumat (13/11) lalu. Baik Abdeslam maupun Abaaoud sama-sama tinggal di distrik Molenbeek, Brussels yang memiliki reputasi sebagai sarang militan Islam.

Kepolisian Prancis juga tengah melancarkan perburuan internasional terhadap saudara laki-laki Abdeslam, Salah yang disebut-sebut terkait serangan teror di Paris tersebut.

Di sisi lain, pihak Kepolisian berhasil menangkap Salah Abdeslam, seorang warga Prancis yang diduga terlibat dalam serangan di Paris. Abdeslam ditangkap dalam operasi di Ibu Kota Belgia, Senin (16/11) hari ini.

Hal tersebut disampaikan penyiar televisi Beligia, RTL, seperti dilansir AFP, Senin (16/11/2015). Belum ada komentar resmi dari pejabat terkait terkait pernyataan ini. "Penyiar Belgia dari TLS menyatakan Polisi Brussel telah menangkap Salah Abdeslam, seorang Prancis yang dicari sehubungan serangan Paris, dalam operasi di Belgia pada Senin (16/11)," tulis AFP.

Surat kabar lokal, De Standaard sebelumnya memberitakan Abdeslam muncul dalam sejumlah berkas kepolisian bersama militan Abdelhamid Abaaoud yang terkait dengan kasus-kasus kejahatan pada tahun 2010 dan 2011. Para penyelidik melihat adanya kaitan dengan Verviers.

Verviers merupakan kota di Belgia timur tempat polisi menembak mati dua militan pada Januari lalu dan membongkar sebuah sel teror, yang bertujuan membunuh para polisi Belgia di jalanan, beberapa hari setelah serangan Charlie Hebdo di Paris.

Abdeslam diidentifikasi sebagai warga Prancis yang tinggal di Belgia, yang menjadi pelaku bom bunuh diri di luar sebuah bar di Boulevard Voltaire, Paris pada Jumat (13/11) lalu. Baik Abdeslam maupun Abaaoud sama-sama tinggal di distrik Molenbeek, Brussels yang memiliki reputasi sebagai sarang militan Islam. (dtc/mer/lan/sta)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ternyata 13 Oktober peringati Hari Kegagalan Sedunia':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO