Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M. Solikin (tengah) dan Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti (nomor 3 dari kanan) bersama perwakilan peserta aksi. Foto: Muji Harjita/Bangsaonline.
Solikin mengakui, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah masih perlu ditingkatkan. Meski tempat sampah telah tersedia dalam jumlah memadai, namun masih ditemukan sampah berserakan, terutama di area belakang bangku taman.
“Tempat sampah sudah lebih dari cukup. Yang perlu kita dorong adalah kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” tegas Solikin.
"Untuk sementara, pendekatan yang dilakukan masih bersifat edukatif. Pemerintah mengajak masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan bersih-bersih agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Asri. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui kebiasaan memilah sampah organik dan non-organik.
“Kita ingin masyarakat membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah. Jika dari sumbernya sudah tertangani, maka persoalan sampah akan jauh lebih mudah dikendalikan,” jelasnya.
"Ke depan, kegiatan gotong royong akan dilaksanakan secara rutin dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap langkah ini mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga Kabupaten Kediri," harap Putut. (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




