Bupati Kediri saat mencoba mengoperasionalkan traktor roda empat yang diserahkan kepada petani. (Ist)
Melalui bantuan tersebut, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan dapat mempertahankan capaian swasembada pangan termasuk gula yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto.
"Kabupaten Kediri bisa memberikan bantuan alsintan yang cukup banyak ditengah kondisi efisiensi anggaran karena kami bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk memenuhi target dari bapak presiden," ungkapnya.
Mas Dhito juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Kediri, pada tahun 2025 luas tanam padi 49.743 Ha dengan jumlah produksi 307.000 ton gabah kering giling (GKG). Untuk jagung, luas tanam 55.807 Ha dengan jumlah produksi 373.000 ton jagung pipil kering. Adapun untuk tebu, luas tanam 20.683 Ha dengan jumlah produksi 1.985.302 ton.
Ia juga mendorong anak muda agar mau menjadi petani. Pihaknya memberikan bantuan kepada delapan petani di bawah usia 30 tahun sebagai bentuk apresiasi karena mau terjun menggarap lahan pertanian di usia muda.
"Harapan saya petani tidak lagi didominasi usia 50 tahun ke atas, tapi 40 tahun ke bawah, dan tadi sudah terlihat embrionya," pungkasnya. (adv/pkp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




