Gubernur Khofifah saat menerima jajaran KPID Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Ia berharap, ajang Piala Dunia 2026 menjadi panggung bagi lembaga penyiaran menunjukkan profesionalisme dalam menghadirkan tayangan informatif, menghibur, sekaligus edukatif. Khofifah optimistis kolaborasi antara Pemprov Jatim, KPID Jatim, TVRI, serta pemerintah daerah akan membuat penyiaran berjalan kondusif.
“Semangat gotong royong antarlembaga ini menjadi kunci utama agar Jawa Timur tetap menjadi barometer nasional dalam penyelenggaraan penyiaran publik yang tertib, edukatif, dan penuh kegembiraan bagi seluruh pecinta sepak bola di tanah air,” paparnya.
Selain itu, KPID Jatim diminta memperkuat sinergi dengan KPID provinsi lain untuk memperkuat pengawasan dan literasi penyiaran di tengah derasnya arus informasi digital.
“Langkah strategis ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif informasi hoaks serta memperkuat peran media konvensional sebagai referensi utama berita yang akurat dan terpercaya,” ucap Khofifah.
Sementara itu, Ketua KPID Jatim, Royin Fauziana, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mempublikasikan dan menyukseskan kick off Piala Dunia 2026.
“Alhamdulillah terima kasih kepada Gubernur Khofifah menerima kunjungan dan menerima laporan kinerja KPID Jatim 2025. Kami siap melakukan secara masif mempublikasikan dan mensukseskan kick off Piala Dunia 2026,” katanya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




