Mensos Saifullah Yusuf memberikan keterangan kepada wartawan usai sosialisasi DTSEN kepada kades di Bojonegoro.
“Saya berpesan kepada kepala desa, penyaluran bansos harus mengacu pada data, bukan karena suka atau tidak suka. Data menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” tegas Wahono.
Wahono juga menjelaskan bahwa Pemkab Bojonegoro telah menyelaraskan kebijakan daerah dengan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penggunaan data tunggal dalam setiap perumusan program strategis.
“Ada Inpres yang mendasari kami untuk bekerja berbasis data, dan DTSEN menjadi rujukan utama dalam perumusan kebijakan daerah,” kata Wahono.
Ia juga mengungkapkan salah satu program yang memanfaatkan DTSEN, yakni Sekolah Rakyat di Kabupaten Bojonegoro, yang menyasar kelompok masyarakat pada desil 1 dan desil 2.
"Sekolah Rakyat di Bojonegoro ini lahir dari DTSEN, terutama untuk masyarakat pada desil 1 dan desil 2, agar mereka mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik," pungkas Wahono. (jku/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




