Pelabuhan Internasional Gresik Sudah Digagas 20 Tahun yang Lalu, Begini Ceritanya

Pelabuhan Internasional Gresik Sudah Digagas 20 Tahun yang Lalu, Begini Ceritanya H. Moh Khozin Ma'sun (sebelah kiri Megawati) saat di istana negara membicarakan pelabuhan Internasional tahun 2004. foto: syuhud/BANGSAONLINE

"Saya dan teman-teman BAKUPPI juga ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden RI, Joko Widodo yang meninjau dan mendukung keberadaan pelabuhan tersebut," terang pendiri RGS-SQ ini.

Sebagai putra daerah, Khozin berharap agar pelabuhan yang diimpi-impikan sejak tahun 1995 atau 20 tahun yang lalu bisa menciptakan perubahan ekonomi secara nasional, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Gresik. "Insyaallah keberadaan pelabuhan internasional kelak bisa mengangkat perekonomian nasional dan daerah. Juga akan bisa menciptkan lapangan pekerjaan sangat banyak," pungkasnya.

Sementara Ketua Umum DPP BAKUPPI, KH Hasib Wahab Hasbullah mengaku sangat mendukung keberadaan pembangunan pelabuhan Internasional di Kabupaten Gresik. "Memang betul, dulu kami bersama-sama datang ke istana negara untuk menemui Bu Mega (presiden) untuk membicarakan pelabuhan tersebut," katanya.

Menurut Gus Hasib, pembangunan pelabuhan internasional pasca pemerintahan Mega terkendala kondisi politik. Di mana saat RI 1 dijabat Presiden Susilo Bambang Yudoyono tidak bisa dilanjutkan.

"Namun, alhamdulillah saat RI 1 dijabat Bapak Joko Widodo proyek Pelabuhan Internasional bisa dilanjutkan. Sebab, Pak Presiden mendukung program ke maritiman," jelasnya.

"Proyek akan lanjut terus dan tidak akan terpengaruh situasi politik daerah seperti Pilkada yang sedang berlangsung," pungkasnya. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO