Balita yang Dilaporkan Hanyut di Selokan Kota Pasuruan Ditemukan di Pesisir Pantai

Balita yang Dilaporkan Hanyut di Selokan Kota Pasuruan Ditemukan di Pesisir Pantai BPBD Kota Pasuruan bersamaSatpolairud Polres Pasuruan kota saat mengevakuasi jenazah balita yang dilaporkan hilang

KOTA PASURUAN,BANGSAONLINE.com -Seorang balita yang sempat dilaporkan hilang di Kota Pasuruan ditemukan meninggal dunia di perairan pesisir pantai, diduga terseret arus deras akibat hujan lebat.

Korban diketahui bernama El Barra Zavian Mavendra, balita laki-laki berusia 1,5 tahun, warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo. 

Jasad korban ditemukan nelayan di perairan pesisir Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Minggu (4/1/2026).

Penemuan jasad tersebut menggegerkan warga sekitar. Saat ditemukan, korban mengenakan baju dan celana berwarna putih dengan kombinasi garis merah dan biru. 

Kondisi tubuh korban sudah berlumur lumpur, diduga akibat terbawa arus sungai sebelum berakhir di laut.

Jasad balita pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Saiful yang melihat sesosok tubuh anak kecil mengapung di sekitar pesisir pantai pada Minggu pagi. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Petugas gabungan dari Basarnas Kota Pasuruan, Satpolairud Polres Pasuruan Kota, BPBD, serta Unit Inafis segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan identifikasi awal. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan untuk penanganan lebih lanjut.

Komandan Regu Basarnas Kota Pasuruan Eko Apriyanto menjelaskan, korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu sore saat hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Pasuruan.

“Korban dilaporkan hilang saat berada di rumah neneknya di Kelurahan Purutrejo. Lokasi rumah tersebut tidak jauh dari bantaran Sungai Gembong,” ujar Eko.

Diduga, korban keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga lalu terjatuh ke gorong-gorong yang saat itu dialiri air berdebit tinggi.

Korban kemudian terseret arus menuju Sungai Gembong hingga hanyut ke muara laut.

Mendapat laporan kehilangan, tim gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Gembong hingga ke muara. Namun, korban baru ditemukan keesokan harinya dalam kondisi meninggal dunia.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban hilang hingga ditemukan meninggal dunia. (maf/par/van)