Senin, 22 Juli 2019 09:41

Beras Organik Berpotensi Menghasilkan Triliunan Rupiah

Minggu, 08 November 2015 23:47 WIB
Beras Organik Berpotensi Menghasilkan Triliunan Rupiah
ilustrasi

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) meminta petani dan industri pangan terkait untuk mengembangkan potensi beras organik Indonesia.

"Beras biasa harganya Rp8 ribu per kg tetapi yang jenis organik Rp30 ribu per kg, artinya 300 persen lebih tinggi dan untuk itu Pasar Eropa lebih terbuka dengan organik," kata Amran Sulaiman di Jakarta, Minggu (8/11).

Ia menjelaskan, seperti dikutip Antara dengan adanya potensi beras organik, kualitas ekspor sektor pertanian lebih terbuka dan berkualitas, apalagi bisa diberi harga yang lebih tinggi. "Jika dihitung, beras organik berpotensi menghasilkan triliunan rupiah. Tentu saja, ini akan lebih menguntungkan petani," tuturnya.

Produksi beras Indonesia, rata-rata 45 juta ton tiap tahun, 1 juta atau 2 juta kenaikan, kalau harganya naik sampai Rp20 ribu, maka keuntungan Rp40 triliun yang akan dinikmati petani.

Dalam konteks yang sama, sebelumnya, Mohamad Nasir Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) juga meminta pihaknya mendorong pertanian organik hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) terbaru untuk mendukung kesejahteraan petani. "Para petani akan sejahtera bila selalu menggunakan teknologi terbaru," ujarnya.

Terkait penelitian, menurut Nasir, hasil-hasil riset yang dilakukan harus dimanfaatkan masyarakat, tidak hanya inovasi pada produk untuk nilai tambah, tetapi juga untuk menambah kualitas masyarakat. Semua riset yang ada di Perguruan Tinggi akan terus didorong untuk selalu dikembangkan ke arah inovasi.

Sementara untuk anggaran, ia mengatakan, saat ini komposisi anggaran penelitian dan pengembangan dari negara masih besar dibandingkan pihak swasta. Sementara di luar negeri industri yang lebih banyak mendukung penganggaran riset.

Selain mendorong pengembangan pertanian organik, ia juga memberi masukan agar produk pertanian dikemas dengan baik dan menarik sehingga meningkatkan nilai jual.

Kemudian, Kementerian Pertanian juga akan memaksimalkan penggunaan pupuk organik sebagai komposisi utama dalam menyuburkan tanaman bagi petani-petani daerah di Indonesia yang telah banyak menggunakan pupuk anorganik.

"Pemakaian pupuk anorganik di berbagai daerah sering berlebihan, namun fungsi dari pupuk organik jarang dimaksimalkan, padahal kita punya banyak sampah organik di Indonesia," kata Sumarjo Gatot Irianto Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (ssn/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...