Suprawoto saat menjadi pembicara Talk Show. Foto: Hendro Suhartono/BANGSAONLINE
Hal tersebut diperlukan agar pendidik mampu menjadi teladan sekaligus penyeimbang bagi siswa dalam menyaring informasi.
“Lomba menulis bagi guru ini sangat baik. Guru sebelum ngajak muridnya itu bisa dulu. Makanya Ing Ngarso Sun Tulodo (Di depan kita sebagai contoh),” ujar Prawoto.
Ia menambahkan, kebiasaan menulis yang dilakukan guru akan berdampak langsung pada siswa.
Semakin sering guru menulis, semakin besar pula peluang siswa untuk mengikuti dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
“Kalau gurunya litered saya yakin muridnya juga ketularan. Mosok sing nular covid tok (masak yang menular hanya covid) kebaikan juga harus menular,” lanjutnya.
Melalui kegiatan pendalaman literasi bagi guru SD se-Kabupaten Madiun ini, Prawoto berharap para pendidik tidak terjebak pada urusan birokrasi semata dalam menjalankan tugasnya.
“Guru tugasnya mendidik, maka jangan terjebak dari segala birokrasi. Jadi bawalah pendidikan itu dalam arti sebenarnya. Anak itu dididik bukan diajar,” pungkasnya. (dro/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




