Mahasiswa Segel Kantor Rektor Unira, Protes Pedoman Pemilu BEM yang Dinilai Cacat Prosedur

Mahasiswa Segel Kantor Rektor Unira, Protes Pedoman Pemilu BEM yang Dinilai Cacat Prosedur Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Mahasiswa Universitas Madura (UNIRA), menyegel Kantor Rektor dan Biro Kemahasiswaan Unira

Ia mempertanyakan keputusan Wakil Rektor III yang tetap melanjutkan pembahasan pedoman meski dianggap tidak sah.

Tindakan itu menurutnya, berpotensi merusak legitimasi kontestasi politik mahasiswa.

“Pengesahan yang tidak berdasar justru melemahkan sistem demokrasi kampus yang selama ini dijaga,” tegasnya.

Aksi berlangsung panas namun tertib dengan membawa tiga tuntutan utama.

Yakni penegasan kewenangan DPM sebagai pembentuk KPU-Mahasiswa dan penyusun regulasi pemilu, menuntut independensi KPU-Mahasiswa agar bebas dari konflik kepentingan, serta menolak intervensi universitas dalam pembentukan KPU.

Mahasiswa juga turut mempersoalkan langkah rektor yang menandatangani pedoman pemilu tanpa memastikan prosedur formal dipenuhi.

“Ini bukan sekadar soal pedoman pemilu, tetapi soal marwah demokrasi kampus,” tutup Supriadi. (dim/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Haul Akbar di Masjid Nurul Huda Pamekasan, Satukan Generasi dan Santri Kiai Mattawi':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO