Ilustrasi. Foto: Pixabay
"Kemungkinan besar dia akan diterima karena di Kongres mayoritas itu adalah pendukung Trump dari Partai Republik. Nah sehingga apa, sehingga di tahun 2026 kemungkinan besar penurunan suku bunga itu akan lebih banyak lagi," ujar Ibrahim.
"Trump sendiri dari awal dia menginginkan bahwa Bank Sentral Amerika itu harus menurunkan suku bunga ya kembali ke sebelumnya di 0 sampai 0,25%. Nah ini yang membuat dolar kembali lagi mengalami pelemahan dan ini yang membuat harga emas dunia kembali mengalami penguatan," lanjutnya.
Dari dalam negeri, kenaikan emas didorong dari masalah permintaan dan penawaran, stok emas sendiri mengkhawatirkan di dalam negeri setelah masalah yang terjadi pada PT Freeport yang masih sulit melakukan produksi setelah sederet kejadian di tambangnya dan juga smelternya.
"Terkait masalah supply dan demand permintaan logam mulai dan emas di Indonesia cukup tinggi, karena Freeport baru bisa produksi bulan April, kemungkinan Mei itu baru menghasilkan logam mulia," papar Ibhrahim.
Freeport awalnya mengasumsikan dapat memproduksi emas 50 ton, kini cuma bisa memproduksi 25 ton saja. Artinya, ada penurunan pasokan emas di dalam negeri yang memicu naiknya harga emas.
"Dengan adanya permasalahan teknis di lapangan, ini yang membuat harga emas ini walaupun turun akan terbatas, tapi naik akan tinggi karena supply demand tidak seimbang," pungkasnya. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




