Minggu, 18 Februari 2018 15:30

Sosialisasikan Pilkada Calon Tunggal, KPU Pusat Sambangi Blitar

Rabu, 04 November 2015 23:56 WIB
Sosialisasikan Pilkada Calon Tunggal, KPU Pusat Sambangi Blitar
TURBA: Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik saat sosialisasi dan koordinasi mekanisme Pilkada Calon Tungal, di Blitar, Rabu (4/11). foto: antara

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menyambangi Kabupaten Blitar untuk menjelaskan mekanisme pemilihan calon tunggal dalam kegiatan Sosialisasi PKPU Nomor 14 Tahun 2015, Rabu (4/10). Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik menyatakan, pihaknya melakukan sosialisasi mekanisme Pilkada Calon Tunggal karena hal baru.

"Kami sampaikan ke masyarakat di daerah dengan calon tunggal, karena hal baru, ada spesifikasinya," katanya dikutip dari antara. Ia mengatakan, spesifikasi itu terkait dengan model surat suara serta cara menghitung sah atau tidak sah dari surat suara tersebut. Semua peraturan itu sebenarnya sudah dibuat, namun belum semua masyarakat mengetahui, sehingga harus disosialisasikan.

Dia menambahkan untuk penentuan pemenang dalam proses pilkada dengan calon tunggal itu adalah suara jumlah suara yang setuju lebih banyak daripada tidak setuju, walaupun selisih satu suara. Namun, dengan itu, terdapat konsekuensi politik, di mana ke depannya pilkada bisa diulang dengan pilkada serentak pada 2017

"Konsekuensinya jika lebih banyak yang tidak setuju, maka akan dilakukan proses penundaan ataupun pengulangan pemilihan periode berikutnya, 2017," paparnya.

Ia mengatakan, KPU gencar melakukan sosilisasi, terutama terkait dengan pelaksanaan pilkada dengan calon tunggal ini. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada semua kelompok sasaran, tidak hanya pada para tokoh, melainkan juga ke pemilih langsung. "Kami akan gerakkan seluruh potensi yang ada di kecamatan, desa, dan ini menurut kami waktu yang sangat memungkinkan menyebarkan informasi," katanya.

Ia juga meminta pasangan calon untuk aktif kampanye tentang mekanisme pemilihan dengan calon tunggal tersebut. Mereka pun harus meyakinkan pada masyarakat agar tahu tentang mekanisme, serta mereka pun mau datang untuk memilih. "Kami berharap pasangan calon harus aktif kampanye, karena masyarakat mau datang ke TPS (tempat pemungutan suara) tidak cukup tahu tentang calon, tapi juga harus mau (memilih)," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Blitar Imron Nafifah mengatakan memang sengaja mengundang KPU Pusat untuk sosialisasi terkait dengan pilkada dengan calon tunggal. "Kami berharap, dengan kegiatan ini masyarakat menjadi lebih tahu dan bisa bertanya langsung ke Ketua KPU Pusat," bebernya.

Di Indonesia, pilkada calon tunggal diikuti tiga daerah, yaitu Kabupaten Blitar, Timor Tengah Utara, dan Tasikmalaya. KPU Kabupaten Blitar hanya menerima pendaftaran satu pasangan calon yaitu petahana Wakil Bupati Blitar Rijanto yang kini menjadi Cabup dan pasangannya Marhaenis (Cawabup). Keduanya didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra. (ant/rev)

Sumber: antara
Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 14 Februari 2018 15:29 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILGUB Jatim “airnya kini berombak” sepertahutan kabar yang beredar: PWNU dinilai akrobat dengan tidak “menerima permohonan silaturahmi” Khofifah Indar Parawansa. Sikap telah diambil dan pilihan sudah ditentukan Ketua PWN...
Sabtu, 17 Februari 2018 22:42 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1).Baik ayat ya...
Sabtu, 17 Februari 2018 11:26 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 16 Februari 2018 22:50 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com – Setelah Stormy Daniels membuka sejarah selingkuhannya dengan Presiden Donlad Trump, kini giliran model Play Boy Karen McDougal membuka kasus serupa.Dia mengaku berselingkuh dengan Trump selama 9 bulan. Hal ini diungkapk...