"Dengan pengalaman ini, kami berharap guru lebih terinspirasi mengembangkan pembelajaran kreatif di sekolah," ujarnya.
Maimunah menambahkan alasan pihaknya memilih Rutan Sumenep sebagai lokasi pelatihan karena produk batik karya warga binaan, yang dikenal dengan nama 'Batik Catra', memiliki kualitas baik dan telah dipamerkan di berbagai kegiatan tingkat nasional.
"Di Rutan Sumenep ini ada banyak potensi. Warga binaan punya kemampuan membatik yang sangat baik, dan ini bisa menjadi ruang belajar yang positif bagi kami," kata Maimunah.
Workshop ini juga menjadi awal kerja sama jangka panjang antara IGTK Kecamatan Kota Sumenep dan Rutan Sumenep.
Ke depan, organisasi berencana membuka pelatihan lanjutan serta mengeksplorasi kerja sama untuk pengembangan bahan ajar seni berbasis batik.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan karya hasil latihan para guru. IGTK berharap program seperti ini dapat diperluas ke kecamatan lainnya di Kabupaten Sumenep. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




