Ngaku Temukan Pengurangan Tebal Aspal, LSM Koreksi Situbondo Bantah Ganggu Proyek

Ngaku Temukan Pengurangan Tebal Aspal, LSM Koreksi Situbondo Bantah Ganggu Proyek LSM Koreksi saat mengukur ketebalan aspal

Ia menjelaskan bahwa pengaspalan dilakukan di 23 titik yang terdiri atas gelar pertama sebanyak 17 titik dan gelar kedua sebanyak 6 titik, menggunakan total 23 dump truck.

"Kasarnya, kalau dikalikan Rp 1,4 juta per ton, dan per titik diperkirakan 9 ton. Perkiraan [harga aspal] separuh dari harga pagu sekitar Rp 600 [juta], jadi Rp 350 juta dikali 23 titik," jelasnya.

Selain dugaan pengurangan volume material, Koreksi juga menemukan tidak adanya berem atau bahu jalan pada beberapa sisi ruas yang diaspal.

Munihwar menyebut aparat desa tidak menerima penjelasan apa pun dari pihak kontraktor terkait kondisi tersebut.

"Kades malah mengeluhkan anak kecil bisa jatuh," cetus Munihwar.

Pendiri Koreksi, Dwi Atmaka, menolak anggapan bahwa kegiatan kontrol sosial yang mereka lakukan menghalangi pekerjaan proyek dan menegaskan bahwa hak masyarakat untuk melakukan pengawasan dijamin undang-undang.

"Silakan kerjakan dengan benar dan baik, sesuaikan dengan spek," tandas Dwi Atmaka.(sbi/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pasangan Edi Hadiyanto Daftar Bacakada Situbondo ke PPP':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO