Kondisi di salah satu sudut Kabupaten Sumenep seusai hujan
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - BPBD Sumenep mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim penghujan.
Ada empat jenis bencana yang berpotensi terjadi. Yakni angin puting beliung, hujan disertai angin kencang, longsor, serta genangan atau banjir.
BACA JUGA:
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Sekretaris BPBD Sumenep, Abdul Kadir, menjelaskan bahwa periode rawan bencana diperkirakan berlangsung pada akhir 2025 hingga awal 2026.
“Biasanya bencana alam itu terjadi pada puncak musim penghujan atau sekitar akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026,” kata Kadir, Rabu (19/11/2025).
Ia menerangkan bahwa potensi bencana yang mungkin terjadi tahun ini relatif sama seperti tahun sebelumnya, mencakup puting beliung, hujan disertai angin kencang, longsor, dan genangan atau banjir.
Angin puting beliung, ungkapnya, kerap melanda Desa Nambakor di Kecamatan Saronggi, Desa Karanganyar di Kecamatan Kalianget, Desa Sendir di Kecamatan Lenteng, serta Desa Patean di Kecamatan Batuan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




