Menurut Emil, semangat perjuangan ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan ketahanan nasional, peningkatan pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat dan berdaya.
“Nilai-nilai kepahlawanan seperti pantang menyerah, gotong royong, dan cinta tanah air harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Emil menambahkan, perjuangan generasi saat ini adalah membangun kemajuan bangsa di berbagai bidang, terutama ekonomi dan kesejahteraan rakyat dalam bingkai NKRI.
“Patriotisme harus tetap dijaga. Dari bumi Majapahit hingga Surabaya, dari Blitar hingga Madura dan Tapal Kuda, semua mengajarkan arti keberanian, persatuan, dan ketulusan dalam berjuang,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa di era digital, menjadi pahlawan bisa diwujudkan dengan cara sederhana seperti menyebarkan kebenaran, menolak hoaks, menjaga etika bermedia sosial, dan memperkuat solidaritas kebangsaan.
“Mari kita jadikan momentum Hari Pahlawan ini sebagai pengingat untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan semangat para pahlawan berhenti di buku sejarah. Hidupkanlah semangat itu dalam tindakan, pengabdian, dan cinta kepada negeri ini,” pungkas Emil. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




