SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kapal Selam Tanpa Awak atau Autonomous (KSOT) melakukan uji coba penembakan dengan disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dari atas geladak heli KRI dr. Soeharso-990 yang sandar di Dermaga Madura Markas Koarmada II, Kamis (30/10/2025).
Menhan RI dengan seksama mengikuti proses uji coba penembakan dari mulai torpedo dimasukkan kedalam kapal selam.
BACA JUGA:
- KSAL Laksamana TNI Yudo Margono Resmikan KRI Golok, Kapal Perang Siluman Buatan Banyuwangi
- Banjir Air Mata Warnai Penyerahan Dokumen Adminduk bagi Keluarga Patriot KRI Nanggala-402
- PAC GP Ansor Kejayan Pasuruan Gelar Salat Gaib untuk 53 Kru KRI Nanggala-402
- Ketua DPRD Kota Kediri Sambangi Istri Awak KRI Nanggala 402 yang Gugur
Kapal selam tanpa awak tersebut berhasil meluncur dan melaksanakan uji coba penembakan di sekitar perairan Selat Madura wilayah Koarmada II.
Menhan RI mengatakan jika TNI AL dan PT. PAL terus mengadakan evaluasi penyempurnaan agar supaya KSOT bisa lebih sempurna penampilannya dan juga akan lebih bermanfaat penggunaannya.
Selanjutnya di tahun 2026 Kementerian Pertahanan RI melalui PT. PAL dengan supervisi dari TNI AL, akan memproduksi sebanyak 30 KSOT, berikut torpedo nya yang akan dibuat sendiri oleh anak bangsa.
Jumlah tersebut menurut Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, akan mengisi choke points wilayah nasional perairan Indonesia guna pengamanan yang dilakukan oleh KSOT yang dinilai punya manfaat efisiensi dari sisi personel, material, dan juga waktu.
“Kita adalah negara ke-4 di dunia yang memproduksi kapal selam autonomous setelah Amerika, Rusia dan China. Ini adalah kebanggaan kita bahwa anak bangsa bisa memproduksi alutsista yang setara dengan negara-negara global di bidang teknologi militer, “ tegas Menhan RI.
KSOT yang berbasis teknologi akal imitasi (artificial intelligence/AI), dirancang sebagai sistem pertahanan bawah laut alternatif hingga menjadi perisai trisula Nusantara yang dilengkapi kemampuan surveillance serta mendeteksi kapal lawan atau lawan.
Kapal selam nirawak ini dioperasikan secara langsung melalui autonomous submarine command center (ASCC), dengan menggunakan direct radio frequency atau satelit yang dapat diintegrasikan dengan CIC di kapal markas, markas besar, maupun pangkalan AL. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




