Empat pelajar yang terjaring razia di Kota Pasuruan saat dimintai keterangan oleh petugas
Namun, setelah diberikan pemahaman oleh petugas, mereka akhirnya bersedia dibawa ke Kantor Kecamatan Purworejo untuk mendapatkan pembinaan.
Di kantor kecamatan, keempat pelajar diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Pihak sekolah dan orang tua masing-masing turut dilibatkan dalam proses pembinaan tersebut.
Muljono menegaskan bahwa razia ini bukan bentuk hukuman, melainkan pendekatan edukatif.
“Kami tidak ingin menghukum, tetapi membina. Kami libatkan orang tua dan sekolah supaya pengawasan terhadap anak-anak ini lebih maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, patroli bertema Sayang Pelajar akan digelar secara berkala di sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan tempat berkumpul pelajar saat jam sekolah. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka pelajar membolos sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar di kalangan siswa.
Fenomena pelajar yang menghabiskan waktu di warung kopi dan arena game daring saat jam belajar kini menjadi kekhawatiran banyak sekolah di Kota Pasuruan. Kecanduan game dan kebiasaan nongkrong dinilai menggerus fokus belajar siswa serta mengancam karakter disiplin mereka.
“Pendidikan bukan hanya soal nilai di kelas, tapi juga pembentukan karakter. Kami ingin memastikan anak-anak ini kembali ke jalur yang benar,” tutur Muljono.(maf/par/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




