"Peserta Prolanis mendapat pendampingan langsung dari tenaga kesehatan. Setiap bulan ada kegiatan senam bersama, pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, serta penyuluhan tentang gaya hidup sehat. Kami juga melakukan pemantauan obat dan memberikan edukasi kepada peserta untuk tidak berhenti melakukan kontrol,” ucapnya, Rabu (22/10).
Ia menambahkan, kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan melalui Prolanis merupakan bentuk nyata upaya pencegahan berkelanjutan.
"Dengan langkah kecil yang konsisten, masyarakat dapat terhindar dari penyakit kronis dan menjalani hidup lebih sehat, produktif, serta terlindungi bersama Program JKN,” imbuhnya.
Salah satu peserta Prolanis di Kota Madiun, Alfiya, mengaku merasakan manfaat besar dari keikutsertaannya dalam program ini. Ia rutin mengikuti senam, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi setiap bulan.
“Dengan mengikuti kegiatan Prolanis saya bisa memantau kondisi kesehatan setiap bulan. Jadi bisa mempersiapkan diri kalau misalkan hasil pemeriksaan rutin menunjukkan hasil yang tidak normal. Melalui Prolanis ini kami memiliki grup yang juga bisa digunakan sebagai tempat saling bercerita,” akunya.
Hal senada juga disampaikan Puji Haryono, peserta lain yang telah tujuh tahun menderita diabetes melitus. Ia mengaku kondisi kesehatannya kini lebih stabil setelah rutin mengikuti Prolanis.
“Kadar gula saya dulu sempat mencapai 400 mg/dL dan saya dirujuk ke dokter spesialis untuk pemeriksaan lanjutan. Setelah mengikuti Prolanis secara rutin di FKTP, perlahan kadar gula saya mulai stabil,” tuturnya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




