Santri di Situbondo saat makan tabheg bersama.
Apel bertema 'Jihad Santri Jayakan Negeri' ini turut diwarnai pembacaan Ikrar Santri dan dihadiri oleh tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta jajaran Forkopimda Situbondo.
Tradisi Nasi Tabheg, Simbol Solidaritas Santri
Usai apel, peringatan HSN 2025 dilanjutkan dengan tradisi makan nasi tabheg bersama di sepanjang Jalan KHR As’ad Syamsul Arifin. Ribuan santri duduk bersila menikmati hidangan khas pesantren berupa nasi yang digulung dengan daun pisang.
Ulfiyah turut bergabung dalam kegiatan tersebut dan menyebutnya sebagai simbol solidaritas dan keikhlasan santri.
“Kegiatan ini bukan sekadar simbol kebersamaan, tetapi juga pengingat bahwa kekuatan santri terletak pada keikhlasan dan solidaritas. Inilah semangat yang harus terus dijaga,” ucapnya.
Peringatan HSN 2025 di Situbondo diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai keilmuan, keikhlasan, dan cinta tanah air. (sbi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




