Stok pupuk bersubsidi di Gudang Petrokimia Gresik
Menurutnya, ketersediaan pupuk nonsubsidi menjadi solusi bagi petani yang tidak memperoleh pupuk bersubsidi.
Hal itu karena pupuk bersubsidi hanya dapat diakses petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), menggarap lahan maksimal dua hektare, serta menanam sepuluh komoditas, yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, tebu rakyat, dan ubi kayu (singkong).
“Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah dalam menyediakan pupuk bagi petani. Kami berharap pelaksanaan musim tanam Oktober–Maret berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Presiden,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyatakan pihaknya siap mendukung implementasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2026.
Digitalisasi ini, kata dia, akan menjadikan tata kelola pupuk bersubsidi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
“Kami menyadari keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang intensif, koordinasi yang solid, dan semangat gotong royong. Pupuk Indonesia Grup, termasuk Petrokimia Gresik, siap mendukung penuh,” katanya.
Adityo menambahkan, Pupuk Indonesia Grup berkomitmen mendukung program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu bentuknya ialah menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi, termasuk pupuk organik Petroganik.
Menurutnya, pupuk organik bersubsidi ini bermanfaat untuk menjaga kesuburan tanah, memperbaiki struktur lahan, meningkatkan efisiensi pupuk, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.
“Kolaborasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan serapan pupuk bersubsidi, termasuk pupuk organik, berjalan optimal di lapangan. Langkah ini dirancang agar diseminasi informasi, edukasi pemupukan, serta pengawalan penebusan pada kios resmi atau titik serah (PPTS) dapat berlangsung merata,” pungkasnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




