Konferensi pers Bupati Madiun. Foto: Hendro Suhartono/BANGSAONLINE
MADIUN,BANGSAONLINE.com - Bupati Madiun, Hari Wuryanto merespons polemik hasil panen tomat di wilayah Kare yang hanya terserap sebagian dan memicu ancaman unjuk rasa dari petani ke pendopo Kabupaten.
Hari menyampaikan tanggapannya didampingi perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertakan), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkopum) dalam konferensi pers di ruang kerja bupati, Jumat (3/9/2025)
BACA JUGA:
- Semarakkan Acara Babe, Disdagkopum Madiun Gelar Sembako Murah dan Bazar UMKM di Desa Bodag
- Kontraktor Keluhkan Pembayaran Proyek PT INKA Madiun Belum Lunas, Tersisa Rp100 Juta
- 513 Rumah Warga Madiun Dapat Sambungan Listrik Gratis dari Program BPBL Seruni KMP Bidang IV
- Autodebit JKN Jadi Solusi Praktis Jaga Kepesertaan Tetap Aktif
Menurut Hari, persoalan ini bisa diselesaikan jika komunikasi antara pemerintah dan petani dilakukan secara terbuka dan jelas.
"Kita semua perlu memperjelas komunikasi. Sehingga tidak timbul salah persepsi atau mis komunikasi," ungkap Hari.
Ia menambahkan, keluhan petani telah dicari solusinya oleh pihak terkait. Namun, menurutnya, informasi di lapangan sering berubah-ubah.
"Hasil panen petani telah kita salurkan. Seperti tadi pagi usai senam kita semua mendapatkan jus tomat. Tapi yang tolong petani jangan sampai diperalat," tandasnya.
Hari kembali menegaskan pentingnya menjaga keakuratan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Komunikasi dan informasi yang benar lebih diutamakan, jangan asal menelan informasi dari sepihak saja," tandasnya. (dro/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




