Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim, didampingi Ketua Komisi II Wongso Negoro bersama anggota komisi saat hearing dengan BPPKAD. Foto: Ist.
Dan, sektor Lain-Lain Pendapatan Asli Dserah yang Sah terealiasai Rp65.083.606.001 atau 81 persen dari target Rp80.825.424.566.
Menjelang tutup tahun 2025, Wongso mengingatkan OPD penghasil bahwa waktu untuk menggali PAD kurang dari tiga bulan lagi. Ia pun meminta agar OPD penghasil mengintesifkan penggalian dan pemungutan pendapatan dari wajib pajak (WP) maupun wajib retribusi (WR) agar target yang telah ditetapkan on target.
"Syukur-syukur bisa melebihi target yang telah ditetapkan," harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim, meminta OPD tidak hanya hanya mengandalkan sektor yang telah ada dan dipungut setiap tahun dalam menggali PAD. Ia mendorong OPD melakukan ekstensifikasi atau menggali sumber PAD baru.
"Banyak objek-objek PAD di Kabupaten Gresik yang belum tergarap. OPD penghasil harus lakukan ekstensifikasi objek-objek PAD baru," pintanya.
Ia lantas mencontohkan banyaknya aset berupa tanah milik Pemkab Gresik yang belum tergarap dengan baik sebagai sember PAD.
Menurutnya, jumlah aset tanah milik Pemkab Gresik berdasarkan pendataan yang pernah dilakukan oleh Dinas Pertanaan Pemkab Gresik mencapai ribuan bidang. Aset itu baik berupa lahan kosong, waduk, atau lahan yang sudah berdiri bangunan milik pemerintah.
"Kalau aset-aset itu bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga, duit itu (uang) yang bisa berbuah PAD cukup besar, tinggal sekarang pemerintah punya kemauan dan keseriusan atau tidak untuk mengeksekusi masukan DPRD," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




