Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Manager Comdev JIIPE Yudi Darjanto saat berdialog dengan warga. FOTO: ist.
Mendengar hal itu, Gus Yani menegaskan, pihaknya tidak pernah mempersulit proses.
"Kalau ada yang bilang sulit, mari kita lihat dulu kompetensinya. Perusahaan pasti mencari tenaga kerja sesuai keahlian yang dibutuhkan. Jadi ini bukan semata-mata salah JIIPE atau pemerintah. Kami ingin warga Gresik tetap diprioritaskan, tapi tetap harus sesuai dengan kualifikasi yang diminta perusahaan," ungkap Gus Yani.
Menurut Gus Yani, mayoritas rekrutmen di JIIPE sudah memprioritaskan masyarakat Gresik. Namun ada dua kemungkinan jika belum diterima: belum mendapat giliran kesempatan atau keahlian pelamar belum sesuai dengan kualifikasi.
"Untuk keluhan ini, pemerintah daerah melalui Disnaker akan memanggil pihak konstruksi, manajemen JIIPE, dan perwakilan warga. Kita akan duduk bersama mencari solusi. Harapannya, warga yang belum mendapat pekerjaan bisa segera terserap," tegasnya.
Disnaker Gresik menjadwalkan pertemuan dengan pihak konstruksi dan manajemen JIIPE pada Rabu (1/10/2025). Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret Pemkab dalam menindaklanjuti keluhan warga.
"Intinya, kami tidak tinggal diam. Kami ingin memastikan bahwa warga Gresik benar-benar mendapat prioritas," pungkas Gus Yani
Sementara itu, Manager Comdev PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) pengelola JIIPE, Yudi Darjanto, yang duduk di samping Bupati menyampaikan, pihaknya berkomitmen membantu pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan.
Namun saat ini, tambah ia, industri di JIIPE masih ada 10 perusahaan yang sudah beroperasi. Sehingga penyerapan tenaga kerjanya menyesuaikan dengan kebutuhan industri.
"Kami tentunya akan membantu pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan yang ada, serta memberi prioritas kepada warga Gresik," terang Yudi Darjanto. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




