Andi Fajar Yulianto
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Direktur YLBH Fajar Trilaksana (FT), Andi Fajar Yulianto menanggapi peristiwa keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Fajar, progam MBG perlu ditinjau kembali. Sebab, selain keracunan, ia melihat risiko penyalahgunaan anggaran dan dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk mengeruk keuntungan.
BACA JUGA:
- Isyarat Anggaran MBG Rp268 Triliun Bakal Susut Menguat Usai Rencana Pemerintah Hitung Ulang
- Kinerja DPRKP Perizinan Dapur MBG di Pamekasan Dinilai Lamban, DLH dan Dinkes Sampai Jemput Bola
- Dapur MBG 'Bengkak' Berpotensi Ditutup? Istana Siapkan Penataan Ulang
- Anggaran Belum Cair, 45 SPPG Jombang Stop Distribusi Makanan
"Perlu ditinjau ulang pelaksanaannya, bisa dengan model bantuan lain yang benar-benar tepat sasaran. Untuk itu, perlunya penguatan ketahanan pangan yang menyeluruh hingga dapat menjamin kualitas pangan yang sehat sampai di perut penerima," kata Fajar kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (26/9/2025).
Ia berharap kejadian keracunan MBG tidak terulang serta upaya mitigasi yang dilakukan tak hanya dilakukan oleh pemerintah.
"Upaya mitigasi tidak berhenti di pemerintah saja, tapi juga perlunya melibatkan aparat penegak hukum (APH) untuk mengusutnya," tandasnya.
Fajar menuturkan, APH harus turut andil secara periodik dan ikut melakukan pengecekan bersama satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) agar kejadian serupa tak terulang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




