Ahmad Haikal Hasan alias Babe Haikal. Foto: Sindonews
Ia mengimbau masyarakat tidak menyebarkan hoaks yang bisa menimbulkan keresahan. “Mari kita mendukung bersama Presiden Prabowo Subianto membangun Indonesia kembali menjadi macan Asia,” ujar Haikal.
Padahal sejumlah hasil uji lab sudah memastikan bahwa food tray itu mengandung minyak babi. Media Tempo sendiri mengaku mendapat dokumen hasil uji laboratorium Weipu Cina terhadap ompreng MBG yang diimpor dari China. Hasil uji lab bernomor SHA03-25091211-FX-01CnEnR1 itu terbukti mengandung minyak babi.
Weipu menganalisis sampel dengan tiga metode, yaitu fourier transform infrared spectrometer (FTIR), gas chromatography mass spectrometry (GC-MS), dan nuclear magnetic resonance spectrometer (NMR).
“Komponen utama lemak babi olahan adalah lemak yaitu trigliserida,” demikian tertulis pada kesimpulan laporan tersebut. Dalam Lembar Data Keselamatan Bahan, komponen utama sampel terdiri dari minyak dasar olahan, ester sintetis, parafin terklorinasi, lemak babi olahan, aditif antikarat, dan bahan pelumas.
Haikal sendiri mengakui bahwa sebagian ompreng makanan yang digunakan dalam program MBG diimpor dari China, karena produsen lokal tidak mampu memenuhi kekurangan 70 juta ompreng. Pernyataan Haikal itu dikutip Antara, Kamis, 18 September 2025 19:31 WIB.
Saat itu ia mengaku akan pergi ke China. “Mudah-mudahan dalam minggu ini kami akan berangkat ke China karena kami tidak melayani (komentar berdasarkan) isu, tidak melayani (komentar berdasarkan) berita-berita yang hoaks. Kami harus menyaksikan lebih dulu (proses produksinya). Kami harus audit lebih dulu semuanya,” ujarnya.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Sekretaris Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI) Jakarta, Wafa Riansah, mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium di Cina menunjukkan adanya penggunaan minyak babi dalam produksi ompreng atau food tray untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ternyata kami temukan minyak babi di situ. Makanya saya enggak jadi impor,” kata Wafa Riansah dikutip Tempo, Selasa (16/9/ 2025).
Wafa Riansah – yang juga seorang pemasok - memastikan itu setelah mengirimkan sampel minyak pencetak ompreng ke Shanghai Weipu Testing Technology Group di Cina.
Wafa mengaku membawa sampel minyak itu ke Indonesia dan mencoba mengujinya di perusahaan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo). Namun, Sucofindo menyatakan tidak bisa menguji karena keterbatasan metode. Wafa kemudian mengirim sampel tersebut ke laboratorium Weipu di Cina.
Dokumen hasil uji laboratorium itu bernomor SHA03-25091211-FX-01CnEnR1. Weipu menganalisis sampel dengan tiga metode, yaitu fourier transform infrared spectrometer (FTIR), gas chromatography mass spectrometry (GC-MS), dan nuclear magnetic resonance spectrometer (NMR).
“Komponen utama lemak babi olahan adalah lemak yaitu trigliserida,” demikian tertulis pada kesimpulan laporan tersebut. Dalam Lembar Data Keselamatan Bahan, komponen utama sampel terdiri dari minyak dasar olahan, ester sintetis, parafin terklorinasi, lemak babi olahan, aditif antikarat, dan bahan pelumas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




