Wisuda 38 Doktor dan 421 Magister, UAC segera Buka Prodi Umum dan Kedokteran

Wisuda 38 Doktor dan 421 Magister, UAC segera Buka Prodi Umum dan Kedokteran Menteri Kebudayaan Dr Fadli Zon didampingi Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim saat menghadiri acara wisuda Universitas KH Abdul Chalim di Pacet Mojokerto, Ahad (21/9/2025). Foto: Aris/bangsaonline

Juga hadir Dr. Muhammad Hasan Chabibie, staf ahli Mendiktisaintek. Ia mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Selain itu juga hadir Prof Ojat Darojat PhD, Deputi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Ia mewakili Menko PMK Prof Dr Pratikno.

Hadir juga Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. Ia mewakil Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar. juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Barra (Gus Bara). 

Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara itu membuat Kiai Asep lega.

“Alhamdulillah hadir semua,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.

Kiai Asep tampak semakin bersemangat untuk mengembangkan . Dalam sambutannya ia mengatakan akan segera membuka prodi umum. Termasuk fakultas kedokteran.

“Lahannya sudah ada,” tegas kiai miliarde tapi dermawan itu yang langsung mendapat tepuk tangan meriah. Kiai Asep bahkan juga mengaku akan mendirikan rumah sakit.

Kiai Asep kembali menegaskan bahwa diproyeksikan sebagai perguruan tinggi internasional. “Kalau Al Azhar (Mesir) dan Harvard (Amerika) bisa kenapa kita tak bisa,” kata Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, mereka bisa menjadikan pergurun tinggi internasional karena mereka sudah lama memulai. Sudah puluhan tahun bahkan ratusan tahun.

“Kita baru memulai,” tegasnya.

“Mohon saya didoakan. Semoga umur saya mencapai 100 tahun,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu. Semua yang hadir serentak mengucapkan amin.

Kiai Asep juga menyinggung tri dharma perguruan tinggi yang dilakukan . Menurut Kiai Asep, untuk pengabdian masyarakat dirinya telah mengusulkan dua kiai besar sebagai calon pahlawan nasional. Yaitu KH Muhammad Yusuf Hasyim dari Pesantren Tebuireng dan KH Abbas Abdul Jamil dari Pesantren Buntet Jawa Barat.

Menurut Kiai Asep, dua kiai tersebut sudah lolos di Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP). “Sudah dinyatakan MS (memenuhi syarat),” ujar Kiai Asep.

Kiai Asep mengaku memfasilitasi penelitian dan penulisan profil dua kiai tersebut.

“Tiga hari setiap minggu,” tutur Kiai Asep menceritakan tim yang meneliti dan menulis profil dua kiai tersebut. Hasilnya luar biasa. Menutur Kiai Asep, banyak sekali sumber yang digali secara akademik.

Bahkan untuk Kiai Muhammad Yusuf Hasyim ada 100 lebih referensi. Maklum, Kiai Muhammad Yusuf Hasyim terlibat perjuangan fisik sejak usia 12 tahun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO