Benny Irawan, kepala BRIDA Sumenep
4. Layanan ISBN: membantu penerbit, penulis, maupun lembaga pendidikan dalam memperoleh ISBN sebagai identitas resmi publikasi buku.
Ia menjelaskan, yang membuat SIMBRIDA berbeda adalah adanya integrasi chatbot berbasis kecerdasan buatan dari Artificial Intelligence (AI).
“Fitur ini memungkinkan pengguna untuk bertanya langsung terkait prosedur riset, mekanisme pendaftaran inovasi, hingga regulasi tentang HAKI. Dengan chatbot tersebut, proses bimbingan tidak lagi terbatas ruang dan waktu,” jelasnya.
“Chatbot ini menjadi jembatan interaktif antara Brida dengan masyarakat. Kapanpun masyarakat butuh informasi, sistem akan menjawab secara otomatis dan akurat,” imbuhnya.
Hadirnya SIMBRIDA sejalan dengan visi Pemkab Sumenep untuk mendorong transformasi digital di bidang tata kelola pemerintahan.
Tak hanya menjadi etalase layanan publik, platform ini diproyeksikan sebagai pusat data riset dan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun pelaku usaha.
Dengan sistem ini, Sumenep berpeluang menjadi daerah percontohan dalam penerapan tata kelola riset dan inovasi berbasis teknologi di Jawa Timur.
“SIMBRIDA dipandang mampu memperkuat posisi Sumenep sebagai kabupaten yang tidak hanya kaya sumber daya alam dan budaya, tetapi juga siap menyongsong ekonomi berbasis pengetahuan,” pungkasnya. (aln/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




