Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya BPBD Jatim, Sriyono
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memastikan seluruh wilayah di provinsi ini dalam kondisi siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Hal ini disampaikan Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya BPBD Jatim, Sriyono, merujuk pada rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda yang memprediksi adanya cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat pada 10–17 September 2025.
BACA JUGA:
- BPBD Jatim Minta DPR RI Dukung Normalisasi Sungai hingga Antisipasi Kekeringan
- Usai Lebaran, Kunjungan Edukasi Bencana BPBD Jatim Kembali Ramai
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
- Marak Bencana Alam, BPBD Jatim Cek Kondisi EWS Tingkatkan Kesiapsiagaan
“Peringatan BMKG ditujukan kepada 22 kabupaten/kota. Namun, karena sifatnya ramalan bisa berubah, maka kami siagakan seluruh 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur,” kata Sriyono dalam kegiatan Teras Informasi bertema “Tantangan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas” , yang diselenggarakan oleh Diskominfo Jatim bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur, di Ruang Anjasmoro, Kantor Diskominfo Jatim, Surabaya, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, BPBD Jatim bersama Kalaksa sudah menginstruksikan seluruh BPBD kabupaten/kota untuk bersiap 24 jam penuh.
Peralatan dan logistik darurat seperti tenda, perahu, hingga bahan makanan juga telah didistribusikan ke daerah.
“Sehingga apabila betul-betul terjadi bencana akibat cuaca ekstrem, semua sudah siap bergerak cepat,” tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




