Hadiri Rakornas PHD 2025, Wakil Bupati Mojokerto Dorong Produk Hukum Daerah Pro-Investasi

Hadiri Rakornas PHD 2025, Wakil Bupati Mojokerto Dorong Produk Hukum Daerah Pro-Investasi Wakil Bupati Mojokerto saat menghadiri Rakornas PHD 2025.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) 2025 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Acara ini digelar oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dengan mengusung tema 'Produk Hukum Daerah untuk Kemudahan Investasi dan Pemantapan Asta Cita'.

Rakornas PHD menjadi forum strategis yang mempertemukan perwakilan pemerintah pusat dan daerah, termasuk gubernur, bupati, wali kota, serta lembaga terkait dengan tujuan membahas mekanisme pembentukan produk hukum daerah yang berkualitas guna mendukung iklim investasi, dan mempercepat pencapaian program strategis nasional.

“Kehadiran saya di Rakornas PHD ini, mewakili Bapak Bupati Mojokerto. Sekaligus, sebagai komitmen Pemkab Mojokerto untuk mendukung upaya pemerintah pusat dalam memperkuat kepastian hukum di daerah,” kata Rizal, Jumat (29/8/2025).

Ia juga menyampaikan harapan agar Rakornas PHD dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada pelaku UMKM dan menyamakan persepsi antar daerah dalam pembentukan produk hukum yang mendukung investasi.

“Kita berharap, Rakornas PHD ini akan dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada para pelaku UMKM. Disamping itu, Rakornas PHD ini dapat menyamakan persepsi tentang mekanisme pembentukan produk hukum daerah yang berkualitas, meningkatkan iklim investasi, serta bisa mempercepat target berbagai program strategis nasional,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen kepatuhan pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan strategis nasional menuju terwujudnya Asta Cita.

Rakornas PHD 2025 dihadiri oleh jajaran kementerian, kepala daerah, ketua DPRD, serta pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. 

Selain sesi diskusi, acara ini juga menampilkan pameran produk unggulan seperti tenun khas Sulawesi Tenggara, kerajinan berbahan lokal, dan karya UMKM binaan Dekranasda. 

Stand Kota Kendari menjadi sorotan karena menampilkan kekayaan budaya dan inovasi para perajin lokal yang terus berkembang mengikuti tren pasar. (ris/mar)