Seorang calon penumpang kereta api saat menggunakan teknologi face recognition atau pengenalan wajah. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 Madiun mulai menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk mempercepat dan mempermudah proses boarding penumpang kereta api jarak jauh maupun lokal. Teknologi ini pertama kali diterapkan di Stasiun Madiun dan akan diperluas ke Stasiun Kediri, Blitar, dan Tulungagung.
Hal tersebut disampaikan oleh Rokhmad Makin Zainul, Manajer Humas Daop 7 Madiun, dalam keterangan tertulis yang diterima pada hari ini, Jumat (22/8/2025).
BACA JUGA:
- 5 Kereta Tujuan Surabaya dan Malang Terlambat Akibat Gangguan di Jakarta, KAI Daop 8 Buka Suara
- Peringatan Harkitnas 2026: KAI Daop 7 Madiun Gelar Sosialisasi Keselamatan KA
- Stasiun Kediri Layani 8.770 Pelanggan saat Libur Panjang Pertengahan Mei 2026
- Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk saat Libur Panjang Pertengahan Mei 2026
“Dengan teknologi ini, penumpang cukup memindai wajah mereka di gerbang face recognition tanpa perlu menunjukkan tiket fisik atau identitas diri, sehingga proses masuk ke area peron menjadi lebih cepat dan efisien,” paparnya.
Selain efisiensi waktu, sistem ini juga mendukung program ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas untuk tiket dan boarding pass.
“Hal ini tentunya sejalan dengan program perusahaan terkait pembangunan berkelanjutan atau sustainability goals/SDGs,” ucapnya.
Selama Semester I Tahun 2025, tercatat sebanyak 255.236 penumpang telah menggunakan layanan face recognition di Stasiun Madiun.
Untuk menikmati layanan ini, penumpang perlu melakukan registrasi terlebih dahulu, baik melalui petugas di stasiun maupun aplikasi Access by KAI. Berikut langkah-langkah pendaftaran melalui aplikasi:
- Buka tab menu akun di aplikasi Access by KAI
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




