Eko Wahyudi, Anggota Komisi IV DPR RI (kiri) menyerahkan bendera Golkar kepada Ahmad Supriyanto
Selain itu, ia menyampaikan pesan Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufti yang mana kunci kemenangan di Golkar Bojonegoro adalah merapatkan barisan.
“Rapatkan barisan, yang melenceng wajib diluruskan. Kemudian jangan memasukkan orang-orang toxic di tubuh Golkar. Kemudian kalau Golkar ingin menang harus merangkul potensi yang ada,” tegas Supriyanto.
Suprianto menegaskan saat tim formatur sudah terbentuk. Menurut dia, jangan ada kader Golkar yang melakukan intervensi. Sebab, menurutnya hal ini untuk kepentingan Golkar jangka panjang, bukan sebaliknya atau untuk kepentingan politik sesaat.
“Kalau hanya kepentingan politik sesaat, selesai kita hari ini,” ungkapnya.
Ia menyebut, Golkar akan merangkul semua potensi yang ada, jangan sampai saat di formatur ada pembatasan. Kata dia, minimal 50 persen susunan kepengurusan harus anak-anak muda.
“Karena mayoritas atau 60 persen pemilih di Bojonegoro adalah Gen-Z. Jadi ini hukumnya wajib, 50 persen pengurus dari Gen-Z,” ujarnya.(jku/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




