Meliani menunjukan wajah terduga pelaku
“Meliani pada waktu itu sedang ke dapur kalau saya mandi. Dan sesampai di kamar tidur saya cari handphone saya ternyata tidak ada. Kami berdua mencurigai RIW, sehingga pada waktu itu kami langsung melaporkan dengan harapan Polisi bisa langsung mengeledah RIW, tapi ternyata tidak bisa,” sesal Yuliana.
Kecurigaan kuat pada hari Sabtu (9/8/2025) saat Meliani dan Yuliana pulang dari Polsek Gubeng, ternyata RIW sudah tidak ditemukan ada di rumah.
“Nah kita tambah kuat kecurigaan bahwa RIW atau pangilan Rio tidak ada dirumah setelah kami dari Polsek Gubeng. Pada malam harinya Rio pulang sambil membawa banyak makanan, dan tidak pernah sebelumnya dia membeli makanan banyak,” tutup Yuliana.
Setelah pada hari Minggu (10/8/2025) sore pihak Polsek Gubeng melakukan pemeriksaan kepada RIW dan tidak ditemukan barang bukti hanya 29 handphone. Sehingga kecurigaan tentang pelaku pencurian adalah RIW gugur.
Namun pada Senin dini hari tenryata RIW alias Rio sudah kabur dari tempat kos-kosan Jl. Nias 112 tanpa diketahui pemilik kos Meliani.
Dari Informasi itu Harian Bangsa mencoba konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Gubeng Iptu Dwi Susanto.
“Benar kami mendapatkan laporan atas kehilangan handphone dan pada esok harinya kami menuju tempat kejadian. Selama pemeriksaan dan pengeledahan tidak kami temukan handphone yang hilang dan tidak ada puluhan handphone yang dikuasi oleh RIW,” ujarnya, Senin (11/8/2025).
Pendapat lain tentang RIW diutrakan oleh hari (58) selaku ketua RT setempat. Hari warga Jl. Nias 22 menceritakan bahwa RIW dan Rio mempunyai tipikal buruk.
“Sebelum kos di ibu Meliani RIW juga sempat kos ke tempat saya hampir 1 tahun. Selama kos kerap tidak membayar dan akhirnya saya suruh pindah, nah sekarang RIW membuat ulah ke tempat kos lainya,” tutur Hari. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




