Bendera one piece berkibar di bawah bendera merah putih. Foto: istmewa
Karena itu, sekali lagi, kita tunggu tindakan tegas pemerintah. Dengan syarat pemerintah atau Menko Polkam bertindak tegas tanpa pandang bulu. Jangan hanya tegas pada rakyat kecil. Rakyat sudah taat bayar pajak untuk menggaji pejabat, termasuk para menteri. Mereka jangan dijadikan obyek intimidasi.

Foto: wartakota
Rakyat mengibarkan bendera one piece bukan makar atau bermaksud merendahkan lambang negara. Tapi sebagai ekspresi kekecewaaan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Sebaliknya malah menyulitkan rakyat.
Saya sepakat dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang menyatakan bahwa hati pengibar bendera one piece itu tetap merah putih. Menurut saya, hati rakyat bukan hanya tetap merah putih tapi jauh lebih merah putih ketimbang hati para pejabat. Sebab mereka tak pernah mencederai negara dengan berbagai tindakan tercela seperti korupsi dan manipulasi. Bahkan mereka tak pernah memanfaatkan uang negara untuk faslitas pribadi.
Justru para pejabat yang korup dan banyak memanfaatkan aset negara itulah yang diperlu dipertanyakan kemerah-putihannya. Para pengibar bendera one piece itu justru menjaga kesucian dan kewibawaan bendera merah putih. Mereka beranggapan bahwa bendera merah putih belum layak berkibar di negeri yang masih blepotan korupsi ini.
Karena itu berkibarnya bendera one piece harus menjadi koreksi bagi pejabat pemerintah, terutama para penegak hukum.
Pemerintah harus sadar dan koreksi diri bahwa rakyat sedang sengsara, merasa tak dipedulikan, kesulitan ekonomi, dan mereka kecewa. Karena itu pejabat tak usah bikin narasi aneh-aneh seperti istilah makar, pemecah belah bangsa dan sebagainya. Itu narasi Orde Baru yang hanya cocok buat pemerintah yang represif dan otoriter.
Yang perlu diingat, rakyat semakin ditekan tidak semakin surut tapi semakin menggelembung besar. Apalagi di era digital. Sikap otoriter sudah gak jamannya. Justru akan jadi bumerang. Viralnya bendera one piece justeru karena ada komentar aneh-aneh dari pejabat.
Era Jokowi jangan terulang. Dulu ada menteri segala urusan. Pernyataannya selalu intimidatif, ketus, kasar dan menyakitkan rakyat. Bahkan sok paling nasionalis dan pejuang. Kita amati setiap dia bikin pernyataan selalu gaduh dan mendapat reaksi negatif. Salah satu gagalnya Jokowi tiga periode justru karena wacana itu banyak muncul dari dia. Rakyat tak simpatik.
Kembali ke bendera one piece. Memang wawasan pejabat, termasuk menteri, tidak sama. Ada yag luas dan intelek. Tapi banyak juga wawasannya yang sempit dan antiintelektual sehingga selalu sensi, emosional dan uring-uringan. Menteri-menteri model inilah yang menyebabkan gerak pemerintah tersendat dan bahkan menjadi penghalang karena menimbulkan kegaduhan dan antipati pada sikap kritis dan perubahan. Wallahu a’lam bisshawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




