Ketua DPC HKTI Kabupaten Probolinggo, Agus Salehuddin, saat meninjau tanaman di Kecamatan Gading. Foto: ANDI SIRAJUDIN/BANGSAONLINE
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Probolinggo memprediksi harga tembakau akan mengalami penurunan signifikan tahun ini. Evaluasi HKTI mengacu pada curah hujan yang masih tinggi di berbagai wilayah hingga akhir Juli 2025.
Ketua DPC HKTI Kabupaten Probolinggo, Agus Salehuddin, menyampaikan bahwa sejumlah pabrikan belum membuka pembelian tembakau, namun kualitas daun dan aroma dipastikan menurun akibat hujan yang terus mengguyur lahan pertanian.
BACA JUGA:
- Ancaman BBM Ganggu Pertanian, HKTI Jatim Dorong Pompa Air Tenaga Surya
- Bupati Malang Tegaskan Dukungan Petani dan Ketahanan Pangan di Pelantikan 1.000 PAC HKTI
- HKTI Jatim Pecahkan Rekor MURI dengan Penanaman Indigofera Serentak di 38 Daerah
- Dilantik Jadi Ketua DP HKTI Jatim, Khofifah Bertekad Wujudkan Smart Village dan Sejumlah Program
“Indikator penurunan harga tembakau disebabkan karena curah hujan yang masih terjadi hingga memasuki masa panen. Sehingga, kualitas daun dan aroma tembakau menjadi jelek. Itu berpengaruh sekali,” ujarnya usai melakukan sidak dan koordinasi dengan pengurus HKTI, Senin (28/7/2025).
Ia juga menyebut prediksi harga bersifat spekulatif, tergantung kondisi cuaca hingga panen tiba.
“Ini sifatnya hanya spekulatif saja. Kemungkinan, harga masih bisa naik di angka Rp60.000 jika cuaca panas kembali menjelang panen. Faktor cuaca menjadi penentu harga dan kualitas tembakau,” cetusnya.
Sementara itu, para petani mulai melakukan panen dini akibat hujan yang menyebabkan tanaman layu, kerdil, dan menguning. Abdul Rasyid, petani asal Desa Wangkal, Kecamatan Gading, menyatakan tembakau yang ditanam pada akhir Juni sudah dipanen lebih awal untuk menghindari kerugian.






