Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat berdialog dengan salah satu siswa. Foto: Ist.
"Deteksi dini bukan hanya soal pemeriksaan, tetapi juga bentuk kasih sayang kepada generasi penerus bangsa. Kegiatan ini bukan hanya tentang memeriksa telinga dan mata. Lebih dari itu, ini adalah bentuk investasi jangka panjang dalam memastikan anak-anak Kota Kediri tumbuh sebagai generasi sehat, cerdas, dan percaya diri," jelas Vinanda.
"Saya berpesan jangan takut diperiksa. Justru ini supaya kalian makin sehat dan makin semangat belajar. Saya juga berpesan kepada adik-adik untuk mengurangi bermain handphone," pesannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir, menambahkan deteksi dini untuk mengetahui apakah anak-anak memiliki keluhan pada penglihatan dan pendengaran.
Apabila ditemukan ada masalah, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis. Lalu bila diperlukan terapi lanjutan, maka akan dirujuk ke rumah sakit.
Untuk pemeriksaan ini dilakukan oleh tim dari puskesmas, perhimpunan dokter spesialis telinga hidung tenggorokan bedah kepala dan leher Indonesia, dan lainnya.
"Ke depan akan ada skrining kepada seluruh siswa. Untuk hari ini hasilnya memang lebih banyak yang mengalami masalah pendengaran. Paling banyak ini masalah serumen atau kotoran telinga yang menumpuk," imbuhnya.
Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Anang Kurniawan, Dokter Spesialis THT-KL Elida Mustikaningtyas, Dokter Spesialis Mata Wahyu Endah Prabawati, dan tamu undangan lainnya. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




